Kala surat tak lagi hanya kertas bertulis tinta, dan berbalas tak lagi hanya amplop bertempelkan perangko, maka laman ini lahir.. Untuk kita, bertukar cakap dari ujung dua benua.
Selasa, 16 Agustus 2011
Selasa, 26 Juli 2011
Sabtu, 25 Juni 2011
Kepada Ula
Dear Ula,
Selamat Ulang Tahun! Selamat Mengulang Hari Lahir!!
Selamat karena ini ulang tahun pertama mu dengan status ibu!!
Selamat juga karena hari ini tepat 1 tahun pernikahan mu!!
Masih ku ingat, mata ku berkaca kalau mengikuti proses pernikahan mu, kala memberikan mu kado pernikahan dan sekaligus kado ulang tahun. Kala main ke kamar mu dan bercanda dengan ibu, melihat mu dan mbak mbak salon sibuk memasang bedak, jilbab, dan aksesoris digaun putih mu.
Ah tahun ini aku ga punya banyak kata, salah kan jarak ini, salah kan ruang yang merenggangkan rindu kita.
Ah tahun ini aku pun kehabisan kata mesra, telinga mu sudah tentu penuh oleh bisikan mesra suami mu dan rengekan manja anak mu. Dihadapan semua itu, kata-kata gombal ku tentu kalah tajam, panah-panah yang dulu bisa membuat mu meringis terharu pasti luluh lantak.
Kamu sudah menemukan bahagia itu!! dan doa ku bertahun tahun disetiap ulang tahun mu terkabul sudah.
Maka apalagi yang bisa aku kirim kan?
Selain rasa rindu yang dibuntal rapat-rapat,
Agar sampai pada mu tak berkurang bahkan sekerat,
Maka tahun ini tak ada kata mesra wahai pacar perempuan ku.
Cukup ku kirim peluk dari jauh,
Kelak, ya Kelak akan ku ambil dari mu,
Tak perduli tatapan cemburu suami mu dan anak mu,
Kelak,
Ya, Kelak ketika kita bertemu..
Kan ku peluk dirimu erat, se-erat rasa yang tak pernah bergerak dari "lekat"
Enschede 26 June 2011,
Pacar Perempuan mu
Ema
ps. Aku juga menulis ucapan singkat disini lho.. eh iya kabari aku klo bingkisan itu sampai ya :)
ps.ps. Kita belum pernah berfoto berdua yg sama sama ga keliatan rambutnya; cuma ada foto imajiner, kalau ketemu foto ya!!
Selamat Ulang Tahun! Selamat Mengulang Hari Lahir!!
Selamat karena ini ulang tahun pertama mu dengan status ibu!!
Selamat juga karena hari ini tepat 1 tahun pernikahan mu!!
Masih ku ingat, mata ku berkaca kalau mengikuti proses pernikahan mu, kala memberikan mu kado pernikahan dan sekaligus kado ulang tahun. Kala main ke kamar mu dan bercanda dengan ibu, melihat mu dan mbak mbak salon sibuk memasang bedak, jilbab, dan aksesoris digaun putih mu.
Ah tahun ini aku ga punya banyak kata, salah kan jarak ini, salah kan ruang yang merenggangkan rindu kita.
Ah tahun ini aku pun kehabisan kata mesra, telinga mu sudah tentu penuh oleh bisikan mesra suami mu dan rengekan manja anak mu. Dihadapan semua itu, kata-kata gombal ku tentu kalah tajam, panah-panah yang dulu bisa membuat mu meringis terharu pasti luluh lantak.
Kamu sudah menemukan bahagia itu!! dan doa ku bertahun tahun disetiap ulang tahun mu terkabul sudah.
Maka apalagi yang bisa aku kirim kan?
Selain rasa rindu yang dibuntal rapat-rapat,
Agar sampai pada mu tak berkurang bahkan sekerat,
Maka tahun ini tak ada kata mesra wahai pacar perempuan ku.
Cukup ku kirim peluk dari jauh,
Kelak, ya Kelak akan ku ambil dari mu,
Tak perduli tatapan cemburu suami mu dan anak mu,
Kelak,
Ya, Kelak ketika kita bertemu..
Kan ku peluk dirimu erat, se-erat rasa yang tak pernah bergerak dari "lekat"
Enschede 26 June 2011,
Pacar Perempuan mu
Ema
ps. Aku juga menulis ucapan singkat disini lho.. eh iya kabari aku klo bingkisan itu sampai ya :)
ps.ps. Kita belum pernah berfoto berdua yg sama sama ga keliatan rambutnya; cuma ada foto imajiner, kalau ketemu foto ya!!
Jumat, 17 Juni 2011
Kepada Wida
Dear my dearest friend wida
the lady rain, the gloomy girs, gadis hujan, atau si cleopatra?
Aku menulis ini tepat setelah telpon kita terputus, ya pulsa lintas benua itu tak sanggup bertahan lebih dari 1jam saja.. Sayang sekali :( padahal masih banyak yang ingin kita bahas, belum selesai kita mengenang masa lalu, belum sempat kita merumpikan kisah-kisah nakal dimasa itu, kisah kisah penuh warna, sebelum membakarnya jadi kenangan. menyimpan asapnya untuk sesekali kita hirup kala tertawa. Kelak dimasa depan.
Maka aku menangis, kala suara mu berdengking memanggil nama ku :)
Maka aku menangis, kala kata pertama yang terdengar justru "ema aku kangen!"
Maka aku menangis, kala tanya yang terlempar pertama bukan dari mulut ku melainkan dari kamu dan itupun adalah "apa kabar kamu, emuul aku kangen?"
Sedang aku masih terkekeh-kekeh, masih tersengal sengal antara haru dan bahagia. Sekaligus sedih :(
Sahabat baik ku akan menikah, dan aku tak bisa ada disana, tak bisa ikut mengaminkan akadnya, tak bisa menjadi orang yang terharu ketika kata "sah" bergema. Tak bisa, ya tak bisa, tak bisa hadir menuju panggung untuk foto bersama kala MC memanggil. :)
Tak bisa hadir dipernikahan mu adalah hal paling menyedihkan no 3 di tahun 2011 ini, jauh diatas MU gagal juara dan lebih sedikit dari semua list kesialan yg menimpa gw selama di Belanda. Apa aja itu? Mari simpan sampai kita bertemu kelak ya :) akan banyak cerita, simpan semua dulu sampai saatnya.
Maka aku pun meneteskan air mata yang banyak, kala pada akhirnya kamu yang mendominasi obrolan, bukan tentang kamu, atau tentang kenangan masa lalu. Bukan. Kamu membawel tentang aku, tentang masa depan, tentang kita dimasa depan dengan aku dan kamu masih menjadi tokoh utamanya.
Ingat apa yang pernah kita sepakati? Bahwa sahabat itu seperti rumah, nyaman, dan sekali kau menemukannya kau akan selalu tau kemana kau harus pulang. Dan dirumah ku, ada kamu :) selalu dan akan selalu disana.
Ah bertahun, bertahun.. bagi seorang ema yang merantau jauh ke lampung untuk pertama kalinya, kamulah teman pertama itu, dan acung, dan kita bertiga :) what a weird and (at the end) beautifull combination ever. Lingkaran menebal, jarak meluas, kau bergerak, aku bergerak tapi entah kenapa dititik tertentu kita kembali bertemu. Seperti malam ini, tanpa perlu basa basi, tanpa perlu kata maaf, tanpa perlu tanya "kemana aja lu?" tanpa perlu itu semua, kita bertangisan, tertawa, bicara tanpa jeda. Indahnya...
dan lagi, aku melakukan hal yang sama, ya dan lagi kau memarahi ku karena hal yang sama
"lupa bercerita tentang kabar ku"
dan lagi, ya lagi ini pledoi,
aku (seperti yang sudah kau dengar) bukannya tak ingin berbagi, hanya saja, masih banyak kisah lain selain sampah-sampah ku :)
dan lagi, aku tau aku bisa memeluk mu dari jauh dan merasa tenang karenanya.
dan lagi, aku merasa tak pernah jauh dari mu, dan karena memang tidak pernah,
aku memandang punggung mu dari kejauhan, selalu, mengiringi mu dengan doa meski terlipat waktu dan ruang, menjaga mu dalam jarak yang tak bisa diukur sepemandangan mata.
Aku tak akan berbohong, kadang aku lupa, sering malah aku merasa tak perlu mengganggu mu dan hidup mu. Tapi aku yakin kamu pun tahu, dibawah sana jauh dibawah sana, doa doa terkirim tanpa henti dengan sendirinya. Kasih sayang tak pernah berkurang dari asalnya.
Selamat menempuh hidup baru sahabat.
Semoga semakin bahagia (karena aku tau sebelum ini pun kamu sudah bahagia ;)
Malam ini mata ku sembab, sembab karena bahagia, sembab karena kamu bahagia.
Best Friend Forever? Yes We will :)
and I do!
I will remember you everytime I see Star. Moon, and Sun
I will remember, Always :)
the lady rain, the gloomy girs, gadis hujan, atau si cleopatra?
Aku menulis ini tepat setelah telpon kita terputus, ya pulsa lintas benua itu tak sanggup bertahan lebih dari 1jam saja.. Sayang sekali :( padahal masih banyak yang ingin kita bahas, belum selesai kita mengenang masa lalu, belum sempat kita merumpikan kisah-kisah nakal dimasa itu, kisah kisah penuh warna, sebelum membakarnya jadi kenangan. menyimpan asapnya untuk sesekali kita hirup kala tertawa. Kelak dimasa depan.
Maka aku menangis, kala suara mu berdengking memanggil nama ku :)
Maka aku menangis, kala kata pertama yang terdengar justru "ema aku kangen!"
Maka aku menangis, kala tanya yang terlempar pertama bukan dari mulut ku melainkan dari kamu dan itupun adalah "apa kabar kamu, emuul aku kangen?"
Sedang aku masih terkekeh-kekeh, masih tersengal sengal antara haru dan bahagia. Sekaligus sedih :(
Sahabat baik ku akan menikah, dan aku tak bisa ada disana, tak bisa ikut mengaminkan akadnya, tak bisa menjadi orang yang terharu ketika kata "sah" bergema. Tak bisa, ya tak bisa, tak bisa hadir menuju panggung untuk foto bersama kala MC memanggil. :)
Tak bisa hadir dipernikahan mu adalah hal paling menyedihkan no 3 di tahun 2011 ini, jauh diatas MU gagal juara dan lebih sedikit dari semua list kesialan yg menimpa gw selama di Belanda. Apa aja itu? Mari simpan sampai kita bertemu kelak ya :) akan banyak cerita, simpan semua dulu sampai saatnya.
Maka aku pun meneteskan air mata yang banyak, kala pada akhirnya kamu yang mendominasi obrolan, bukan tentang kamu, atau tentang kenangan masa lalu. Bukan. Kamu membawel tentang aku, tentang masa depan, tentang kita dimasa depan dengan aku dan kamu masih menjadi tokoh utamanya.
Ingat apa yang pernah kita sepakati? Bahwa sahabat itu seperti rumah, nyaman, dan sekali kau menemukannya kau akan selalu tau kemana kau harus pulang. Dan dirumah ku, ada kamu :) selalu dan akan selalu disana.
Ah bertahun, bertahun.. bagi seorang ema yang merantau jauh ke lampung untuk pertama kalinya, kamulah teman pertama itu, dan acung, dan kita bertiga :) what a weird and (at the end) beautifull combination ever. Lingkaran menebal, jarak meluas, kau bergerak, aku bergerak tapi entah kenapa dititik tertentu kita kembali bertemu. Seperti malam ini, tanpa perlu basa basi, tanpa perlu kata maaf, tanpa perlu tanya "kemana aja lu?" tanpa perlu itu semua, kita bertangisan, tertawa, bicara tanpa jeda. Indahnya...
dan lagi, aku melakukan hal yang sama, ya dan lagi kau memarahi ku karena hal yang sama
"lupa bercerita tentang kabar ku"
dan lagi, ya lagi ini pledoi,
aku (seperti yang sudah kau dengar) bukannya tak ingin berbagi, hanya saja, masih banyak kisah lain selain sampah-sampah ku :)
dan lagi, aku tau aku bisa memeluk mu dari jauh dan merasa tenang karenanya.
dan lagi, aku merasa tak pernah jauh dari mu, dan karena memang tidak pernah,
aku memandang punggung mu dari kejauhan, selalu, mengiringi mu dengan doa meski terlipat waktu dan ruang, menjaga mu dalam jarak yang tak bisa diukur sepemandangan mata.
Aku tak akan berbohong, kadang aku lupa, sering malah aku merasa tak perlu mengganggu mu dan hidup mu. Tapi aku yakin kamu pun tahu, dibawah sana jauh dibawah sana, doa doa terkirim tanpa henti dengan sendirinya. Kasih sayang tak pernah berkurang dari asalnya.
Selamat menempuh hidup baru sahabat.
Semoga semakin bahagia (karena aku tau sebelum ini pun kamu sudah bahagia ;)
Malam ini mata ku sembab, sembab karena bahagia, sembab karena kamu bahagia.
Best Friend Forever? Yes We will :)
and I do!
I will remember you everytime I see Star. Moon, and Sun
and I will smile :)
dan masih nyata diingatan ku, kala kita berdua membincangkan langit dan isinya sembari berbaring diatas rumput lapangan bola Unila, disore yang cerah atau disiang yang ber awan, sesekali mengintip serombongan lelaki yang sedang latihan bola atau lari keliling lapangan, atau sekedar yang sedang main skate board, dan masih akan selalu aku ingat pohon tua di lapangan Unila kala itu, pohon yang selalu ingin kita panjat :)
I will remember, Always :)
Minggu, 27 Februari 2011
Selasa, 01 Februari 2011
Kartu Pos
Aku suka hal-hal klasik yang sederhana dan simple,
Buat ku menulis surat sama pentingnya dengan mendengarkan cerita teman yang sedang patah hati dengan menatap matanya dan menepuk bahunya.
Ya aku sentimental sekali!!
Betapa aku pernah bertengkar hebat hanya karena masalah balas membalas surat dengan seseorang dahulu. Karena buat ku hal-hal kecil seperti inilah yang membedakan kita dari keseragaman yang muncul seperti wabah disetiap pojok dunia ini.
Maka begitu menjejak negeri berbau keju ini aku pun mulai kebiasaan baru, mengirim kartu pos..
Sayangnya beberapa kartu pos tidak pernah sampai ke alamat tujuannya... :( dan itu sedih, menyedihkan sekali..
Bodohnya aku sengaja tidak mengambil foto kartu pos-kartu pos ini, tadinya berfikir biar jadi kejutan. Namun begitu mendengar kabar kartu kartu ini menghilang entah kemana, aku menyesalinya. sekali.. :(
Meskipun begitu, diantara semua kiriman yang tak sampai itu, ada juga yang sampai..
Ini adalah termasuk kategori kartu pos pertama yang dikirim dan NYAMPE!!
Dan siapa yang beruntung mendapatkan kartu pos dengan gambar segerombolan penduduk yang kepanasan ini? Hehehe taraaaa.. inilah dia:
Disuatu pagi yang dingin, di Wall ku ada komen yang bikin saya tersenyum LEBAR sekali,
Bodohnya saya, saya tak mencatat komentar itu dan akhirnya dia hilang di telan laju massa di FB
Tapi yang pasti saya tau teman saya bahagia!! dan dia bilang kartu pos saya membuat ibunya tertawa keras sekali..
Saya? tentunya yang mengirim lebih BAHAGIA lagi.. :)
Reaksi orang yang mendapatkannya inilah yang priceless, dan membuat saya "agak kesal" dengan pak pos yang menghilangkan kartu-kartu lainnya :(
Tapi saya tidak KAPOK kok setelah kloter ke dua yang juga ada yang nyampe dan aga yang ga nyampe sekarang saya siap dengan kartu pos kloter ke TIGA!!
Siap-siap yaa mungkin nanti dia menyelip dikotak pos mu :)
Cheers
Ema si Capung Centil
Buat ku menulis surat sama pentingnya dengan mendengarkan cerita teman yang sedang patah hati dengan menatap matanya dan menepuk bahunya.
Ya aku sentimental sekali!!
Betapa aku pernah bertengkar hebat hanya karena masalah balas membalas surat dengan seseorang dahulu. Karena buat ku hal-hal kecil seperti inilah yang membedakan kita dari keseragaman yang muncul seperti wabah disetiap pojok dunia ini.
Maka begitu menjejak negeri berbau keju ini aku pun mulai kebiasaan baru, mengirim kartu pos..
Sayangnya beberapa kartu pos tidak pernah sampai ke alamat tujuannya... :( dan itu sedih, menyedihkan sekali..
Bodohnya aku sengaja tidak mengambil foto kartu pos-kartu pos ini, tadinya berfikir biar jadi kejutan. Namun begitu mendengar kabar kartu kartu ini menghilang entah kemana, aku menyesalinya. sekali.. :(
Meskipun begitu, diantara semua kiriman yang tak sampai itu, ada juga yang sampai..
Ini adalah termasuk kategori kartu pos pertama yang dikirim dan NYAMPE!!
![]() | ||||||
| Nyampenya akhir bulan September 2010 dikirimnya dari Akhir Agustus 2010 :D |
Disuatu pagi yang dingin, di Wall ku ada komen yang bikin saya tersenyum LEBAR sekali,
Bodohnya saya, saya tak mencatat komentar itu dan akhirnya dia hilang di telan laju massa di FB
Tapi yang pasti saya tau teman saya bahagia!! dan dia bilang kartu pos saya membuat ibunya tertawa keras sekali..
Saya? tentunya yang mengirim lebih BAHAGIA lagi.. :)
Reaksi orang yang mendapatkannya inilah yang priceless, dan membuat saya "agak kesal" dengan pak pos yang menghilangkan kartu-kartu lainnya :(
Tapi saya tidak KAPOK kok setelah kloter ke dua yang juga ada yang nyampe dan aga yang ga nyampe sekarang saya siap dengan kartu pos kloter ke TIGA!!
Siap-siap yaa mungkin nanti dia menyelip dikotak pos mu :)
Cheers
Ema si Capung Centil
Hai Ema, Lihatlah, Dunia Menari! :)
by Janarius Sandy on Saturday, January 22, 2011 at 4:41pm
Hai Ema! Apakabar Belanda hari ini? Apakabar Eropa? Ada berita apa disana? Apakah salju masih mengendap di perkarangan dan taman-taman kota? Apakah ada petugas yang menggarami salju-salju itu agar mencair? Kasihan pak pos yang harus berkeliling kota mengantar surat.
Bagaimana dengan kelanjutan studimu? Masihkah selalu dan selalu tugas-tugas itu menunggumu, memintamu untuk meluangkan waktu dan memaksamu mengambil jeda sejenak dari warna coklat itu? ;) masihkah mereka menahanmu untuk meluangkan waktu membuat rute dan rencana jalan-jalan? Sepertinya masih, bagus, belajar sana! ;)
Apa makanan yang kau makan setiap hari disana? Apakah benar air kran disana bisa langsung diminum? Hahaha,, ketika imajinasiku melayang ke Twente, aku membayangkan suasana disana ema, dan pertanyaan-pertanyaanpun lahir begitu saja. Semoga kamu belum lelah menjawabnya ;)
Aku harap kamu akan bisa (dan sepertinya harus bisa) menjejak, melihat, menikmati dan merekam jejak peradaban Eropa yang agung. Tempat-tempat yang mengandung ribuan cerita dan jutaan kenangan dari masa lalu. Bangunan dan simbol-simbol kebudayaan yang bagai mesin waktu, seolah membawa kita menyusuri bukti-bukti keajaiban pikiran manusia di masa silam. Sentuhlah mereka ema, dan rasakan sensasi keagungan dari masa lalu.
Aku harap kamu bisa membuktikan bahwa apa yang pernah kita perbincangkan, hal-hal yang ada dalam imajinasiku, kelak akan menjadi ceritamu saat kita jumpa lagi. Aku ingin kamu membuktikan bahwa semua itu ada disana! J Ceritakan ema, nanti aku akan meneruskannya pada setiap orang yang mempunyai mimpi yang sama :) aku harap tungkai kakimu masih kuat untuk terus berjalan menyusuri “lorong-lorong dunia,”memanggul ransel yang berisi catatan, baju ganti, beberapa potong permen, kamera, pena, dan tas kecil berisi paspor. Wahaha,, selamat menikmati perjalanan!
Lalu….selanjutnya ceritaku.
Kabarku? Hitam dan putih? Oh, tidak sejelas itu. Sebut saja seperti biasa, bahwa hidup kita abu-abu. Yang jelas dan pasti adalah kita hidup ditengah waktu yang terus berjalan, umur yang terus bertambah. Kita putih atau hitam, berhenti atau bergerak, waktu terus berjalan. Seperti naik bus,walau duduk atau berdiri, bergerak atau diam, bus akan terus membawa kita bergerak menuju tujuan. Kota ini menjelmakan orang-orang didalamnya bermental baru. Mental harus menang atau kembali pulang kerumah. Doakan saja semoga aku bisa menjadi pemenang dan bisa menemukan rumah yang nyaman tempat aku bisa pulang, melepas alas kaki, dan membaca koran sambil makan roti gemuk.
Aku masih disini, di ibukota negaramu. Mengetik, kata demi kata, menjadi kalimat. Menuangkan sebatas apa yang bisa aku ceritakan. Bahasa tulis seperti ini mereduksi penyampaian emosi cerita ema. Jadi ada yang kurang rasanya. Hmm, aku menantikan jam-jam dimana kita bisa bertukar cerita langsung. Satu jam kamu bercerita, selanjutnya giliranku, lalu kamu, begitu seterusnya. Hahaha,, jangan lupa diminum kopi hangat dan disantap rotinya.
Kota ini luar biasa. Perpaduan antara kemewahan, kesempatan, kemiskinan, ketimpangan, tumbukan kecepatan irama kota dan kemacetan, dan berbagai hal yang membuat siapapun harus berpikir lebih keras. Siapapun yang mampu bertahan, apalagi sukses dikota ini, pastilah mengalami perubahan dalam hidupnya. Untuk memenangkan pertandingan, kadang kamu harus keras ema. Pertama keras pada diri sendiri. Selanjutnya selamat memasuki medan perang :D Kita harus menang Ema. Makanya, kamu jangan malas. Kamu juga tau apa rasanya dunia kerja di Indonesia. Apapun hadangannya, cuaca dingin, warna coklat, histeria jalan-jalan, makanan enak, bantal empuk, lewati semuanya! ;)
Waktumu tidak lama lagi di Eropa. Apakah kamu sudah memikirkan itu? Kalau sudah, saranku, segeralah buat rencana jalan-jalan! Habiskan setiap sudut Eropa dengan sapuan matamu dan resap mereka di hatimu, simpan dengan baik jadi ingatan. Biarkan mereka yang ingin tahu bisa merasakan Eropa dari ceritamu. Kelak ingatan itu akan bertumbuh, dan menjadi harta yang tak ternilai! Kita sama-sama tahu itu ;) Kalau belum, mari kubantu, tempat mana saja yang sebaiknya kamu kunjungi, hehehe..
Detil lain ceritaku nanti saja ya, tunggu saat kita bertemu ;) siapkan waktu luang dan pu yung hai dan sop buah yang manis, lalu kita bercerita.
Hmm,, dua hal yang ada dalam kepalaku selalu sekarang, adalah kerjaan dan dia ;) wanita tercantik dalam hidupku. Dia yang pernah kamu temui beberapa kali. Hehehe. Warna matanya hitam, bukan coklat. Rambutnya lurus, bukan keriting seperti udin. Senyumnya manis seperti gula kelepon. Matanya ema, matanya bening seperti mata air. Dan suaranya lembut, mampu meredakan ketidaksabaran dan kegundahan ;)
Kamu sudah bisa mengeringkan handukmu, dan opi sudah bisa mencuci kotak sampahnya dari asoy-asoy. Karena sekarang semuanya sudah tumpah pada sosok yang tepat. Dia punya kantong doraemon, jadi apapun yang kutumpahkan, bisa tertampung dan tidak akan luber kemana-mana lagi. Sudah kubuktikan, dia mampu menampung semuanya ;)
Ah, hidup jadi lebih terasa indah ketika ada dia. Ema, aku jatuh cinta! ;)
Sebentar, aku baca lagi suratmu. Mungkin ada bagian yang belum kutanggapi,,
Hmm,, *baca surat tak senonoh itu* :D
.......
Kukirim rasa simpatiku padamu yang kemarin sakit tekapar tak berdaya. Aku melewati itu juga desember kemarin. Terkapar beberapa jam saja, karena kerjaan tidak bisa ditinggal L Lalu, pembuluh darah pecah itu emang ga papa? Bukannya bisa struk ya? Serem amat.
Tentang surat cinta si udin, ah rasanya kok ya tega menyebut nama dia dalam surat ini. Nanti pembaca kecewa lagi. Lagi asik-asik baca, tsah, kok ada udin...(hahaha, emang iklan hotline esek-esek) dan kisah hidupnya yang nelangsa itu. Ceritanya kalau ga patah hati, ya urusan perut lagi. Bangga sekali dia sekarang perutnya ga cuma angin sama aer, tapi ada biji-bijian :D investasi katanya, berharap suatu hari biji-biji itu bisa tumbuh, berbuah, dan bisa menghilangkan rasa lapar dengan sendirinya.
Sudahlah, mari kita lupakan udin sejenak dua jenak. Sehari dua hari. Bulan demi bulan kalau perlu :D
“menara pisa masih miring dan dia buntet” wahahaha!! Rasanya saya mengenal seseorang yang bernama tengahnya buntet… :D
Untuk semua ceritamu, TAHAN DULU! *sigh* dilema.dilema. Pengen dilanjutin tapi menyiksa.Tapi seru juga. Baca rangkumannya saja uda seperti ini efeknya. Histeriaa! Sudut-sudut Eropa yang sudah kamu jelajahi itu! Huks,, itu impian kita bukan, dan kamu sudah mencapainya, selamat! ;) Jangan Lupa Andalusia dan Pantai Mediterania ema.. selanjutnya dalam kepalaku ada Irlandia J tau monster Lochness? Komik donal bebek? Legenda ksatria Mc Arthur, dan kastil2 abad pertengahan,, ah, serasa dataran lord of the ring yang muncul dalam kepalaku. Sampaikan salamku pada negeri-negeri dongeng itu ya?
*membayangkan negeri-negeri ksatria, dengan dataran luas hijau, kastil-kastil megah, seragam zirah dari besi, dan seruling Irlandia mengalun merdu*
Kalo kata temen kita yang di lampung, “life was much easier when apple and blackberry were just fruits” wahahaha,,, mungkin hidup memang seperti ini. Masa lalu tampak selalu indah, masa kini tampak berat dijalani, masa depan selalu menjanjikan. Ah sudahlah. Nikmati sajah! Dan biar hidup mengalir menjadi cerita ya ma.
Hey, tahun 2011 sudah bergulir, kejutan apa yang menanti kita tahun ini ya? ;)
Nb : Ema, aku habis mandi. Pakai shampoo ****, seperti vitamin untuk rambut. Baunya membuat rambutku seperti bau dedaunan, jamu. Kemarin aku coba pakaikan gatsb* wax, kusisir sampai jigrak, wax itu membuatnya jadi jigrak sampai siang. Hahahaha. Tanda * bukan maksudnya mau menutup merk, tapi aku lupa apa nama shampo itu.
Salam dari Indonesia,
Temanmu berimajinasi,
Jana

Langganan:
Postingan (Atom)






